Adachi Mitsuru
Minggu, 14 Februari 2010
Mungkin hanya para jenius yang menghasilkan karya orisinal miliknya sendiri. Selain itu, sudah menjadi biasa jika karya seseorang dipengaruhi karya orang lain.
Demikian juga gaya bercerita saya. Sejak dulu beberapa kali mengalami perubahan sesuai dengan penulis yang mempengaruhi saya saat itu.
Terakhir dan mungkin entah sampai kapan, gaya penulisan saya banyak dipengaruhi oleh Adachi Mitsuru-sensei (orang Jepang biasa memanggil seseorang yang dirasa telah mengajarinya sesuatu dengan sebutan sensei, guru).
Selain beda nasib, kalau Adachi-sensei adalah manga-ka, sementara saya hanya Tukang Cerita (karena emang ndak bisa nggambar sama sekali :p ).
Sayangnnya, saya terlambat mengikuti komik-komik Adachi-sensei ini. Ini karena ketika baca sekilas komiknya, saya pikir itu adalah Komik Serial-Cantik. Didukung oleh guratan gambar komiknya yang memang seperti serial cantik.
Seperti ini :
Untunglah,
ada dua teman komikers yang menyadarkan saya dan membuat saya insyap untuk membaca komik Adachi Mitsuru.
Serial pertama yang saya baca adalah H2. (gambar diatas adalah tokoh-rokoh utama serial H2).
Sejak membaca seri pertama H2...saya langsung terpukau...kau!
Sepanjang seri 1 sampai tamat di seri 34, H2 membawa emosi saya untuk senang, sedih, deg-degan dan terharu bersama tokoh-tokoh didalamnya.
Ini seperti kata sinkpoint dot com. Saya ndak tau sapa dia, baru saja baca tulisannya waktu cari gambar-gambar pendukung. Tapi dia menggambarkan perasaan pembaca pada umumnya yang membaca komik-komik Adachi-sensei:
Often, his works strike cords of his readers, and anyone reading them will reflect back or look forward to their youth, laughing and crying with his characters (at least I did).Ada sedikit alasan dari sekian banyak alasan hebat lainnya, yang membuat gaya cerita saya terpengaruh oleh gaya komik Adachi-sensei.
1.Bersih
Gambar yang tidak rumit, tidak banyak Onomatope. Membawa pembaca untuk menikmati rangkaian gambar yang tenang dan nyaman.
2. Jahil
Saya selalu menyukai karya yang membawa penikmatnya mengikuti alur dengan tenang, tapi tiba-tiba masuk kenakalan sang kreator yang menghibur di tengah alur yang tenang itu tadi.
Komik-komik Adachi sering memasukkan hal-hal seperti ini yang memancing saya untuk tertawa.
Salah satunya adalah dengan cara berinteraksi langsung baik dengan tokoh ataupun dengan pihak penerbit komik Adachi (Shonen).
Ini mempengaruhi saya untuk mencoba bercerita dengan sesekali berinteraksi dengan tokoh cerita saya. Meski belum sempurna (karenamasih membingungkan pembaca), saya coba tulis di Obrolan Sore edisi yang itu.
3. Sederhana dan smooth
Tidak banyak aksi selain saat olahraga berlangsung (sebagain besar manga Adachi adalah komik olah raga).
Tidak menggebu-gebu.
Semua diceritakan dengan tenang dan lembut.
sehingga kita tidak sadar, tau-tau sudah sampai ending dari cerita (intinya, tidak sadar kalau baca 34 seri dalam 1 hari saja :D).
Untuk contohnya :
Cerita yang terinspirasi dari dua cerita pendek Adachi-sensei (Short Program) yang olah dengan gaya cerita saya sendiri di : Surat Untuk Gadis jam 5 Sore.
Sekali lagi karena belum sempurna, tentu tidak bisa menggambarkan karya Adachi-sensei. Tapi, kira-kira seperti itu lah, manga-manga Adachi... polos dan smooth.
4. Tidak ada yang benar-benar jahat di Adachi World
Ini menarik.
Tokoh antagonis jelas ada,
tapi cerita bukanlah dari sang tokoh antagonis itu sendiri.
Inti cerita bisa dari olahraga yang ditampilkan, ataupun dari kisah cinta tokoh utamanya.
Maka,
biasanya tokoh-tokoh antagonis di sini adalah tokoh-tokoh yang tidak sepenuhnya jahat. Bisa dikatakan sebagai rival.
Meski di Short Program (kumpulan kisah komik pendek Adachi) seri 3, terlihat sangat "kelam", meninggalkan ciri khas Adachi yang "cerah".
Bagi saya, ini menantang.
Membuat cerita dari cerita itu sendiri.
Tidak mengandalkan tokoh antagonis apalagi mengandalkan kecelakaan dan rumah sakit seperti yang selalu diandalkan sinetron2kebanggan kita ;)
Meski,
sering juga Adachi "membunuh" tokohnya begitu saja.
Tapi saat itu terjadi..percayalah, pembaca pun ikut merasakan "kehampaan dan kehilangan".
Ini mungkin karena point 3 (Sederhana dan Smooth) yang membawa pembaca terkekeh-kekeh menikmati alur cerita, tiba-tiba dihantam dengan matinya sang tokoh utama.
5. Silent
Saya pikir, ini yang paling rumit untuk bisa saya adaptasikan (ya ealah, namanya juga Tukang Cerita masak suruh diam)
Seringkali tokoh-tokoh cerita Adachi-sensei saat mendapat aksi, tidak memberikan reaksi. Kecuali hanya diam dan sedikit memberikan ekspresi (mungkin ini juga yang mendukun poin 1: Bersih).
Tap asyiknya, justru dengan diam lah pembaca tahu apa yang berkecamuk dalam pikiran sang tokoh.
Jika diamnya tokoh itu terlalu misterius, manga-ka satu ini akan memberikan jawabannya di seri-seri berikutnya.
Saya hentikan pembahasan poinnya sampai nomer 5, sebelum jari-jari saya menjadi benar-benar keriting karena mengetik terlalu bersemangat.
Karena terlambat,
saat ini saya baru mengoleksi komik Adachi Mitsuru-sensei:
- Rough seri 1 - 12 (tamat)
- Short Program nomor 2 dan 3 (meski sudah baca, nomor 1 nya sudah tidak kebagian, hiks)
- Touch seri 1 - 24 (masih belum tamat)
- Cross Game 1 - 14 (masih belum tamat)
Demikian.
Saatnya....
(gambar didapat dari sini, sana dan situ)





27 komentar:
ternyata menarik juga yah ceritanya :) mmm, ternyata si om suka komik juga yah, kalo saya cuma sampe kelar sd aja suka komik, setelahnya ngga lagi (doh)
ra pernah maca komik gara gara pas sd dilarang maca, mbuh kenapa sebabe
mmg sdh selayaknya utk melakukan 'riset' lbh lanjut terkait dunia per-komik-an.
udah lama nggak baca komik..!
tangi-tangi... kok turuuu entek-entekane...
udah lama gak baca komik
komik terakhir yg sy baca itu detective conan. Sempat punya keinginan, kalo dah punya gaji sendiri bakal ngoleksi komik yg suka bikin ngiler, yg nampang di rak lemari toko buku. Tapi pas sekarang koq jadi ga tertarik lagi sm komik yak? *tanya kenapa?
tapi komik yg ini boleh juga, tersedia di toko buku terdekat ga?
wahh, saya belum punya nih komiknya...
caria ahhh, keliatannya menarik..
salam knal ya.. :)
yah ketika menulis, kita emang sering kebawa2 ama apa yang abis kita baca hehehe *sok tahu gak mas?*
wah tahu juga adachi ... saya suka katsu! udah baca belum mas pradna? sebetulnya itu komik udah ada di shonen star. cuman belum lama ini aja saya bacanya, hehehe. parah .. H2 juga saya kira serial cantik loh ... enggak tahunya bagus yah ... wah, kayaknya harus nyewa nich ... salut sama mas pradna dengan koleksinya. ayo semagat (sebagai sesama kolektor komik!) ...doraemon udah dikoleksi belom? sekarang ada paketannya loh :D
@katakataku : :D
@endar : marakke kecanduan, alasane
@Cici : (worship)
@omagus : dah lama hidup gak hidup tanpa komik
@suryaden : khas Adachi, yo ngono kuwi...sak enake dewe
@teamtouring : dah lama bacanya komik terus
@Illa : komik yg sangat menarik nih (goodluck)
@gadgetboi : (ngekek) disemangati seolah2 lomba koleksi komik :D
walaupun saya tidak begitu tahu Adachi, tapi dari penjelasan diatas. cara penyampaian ceritanya patut diterapkan pada sinetron kita :< yg banyak menekankan tokoh antagonis. padahal yg nonton gak cuma orang dewasa. mudah2an tulisan mas pradna bisa dijadikan sinetron. (worship)
salam cahbag.us dari cahjel.ek :D :D :D
kalo ga begitu tertarik ma komix, lebih suka novel :D :D
salam kenal
ade baru tahu nih kartun.
tadi tag kira kartun tsubatsa....
ternyata salah.
hhihhihihhhihhiihhi
bagus tuh ceritanya....
aku suka.....
kayane lumayan mas dab mangane......
jajal kapan2 ke TKP onemanga ah,,, :D
saya punya banyak manga jepang, serial cantik seperti parfait tic atau gokusen mas...
dulu yg saya punya hanya komik doraemon :)
salam,
udah tidak lagi mengikuti perkembangan komik jepang sihh...
obrolan sore edisi "yang itu" memang bagus, he he he... aku senang bacanya :D ;-) d.~
gag ada sailor moon?
wuahah.. bingung aku ndelok ngenekan... hihihi
doremon dan sincan yang tetap paporit hihihihi.....
selamat malam om.....
saya juga punya komik yang ada di gambar judulnya eksternal blue sky-kan tapi aku hanya punya seri yang ke 2&4
Cross game nya dah tamat anime nya,, bener2 master piece adachi mitsuru...
pernah baca Candy2 gak, mas...??? :)) =))
Poskan Komentar