Red Cliff (Kisah 3 Negara)
Selasa, 08 Desember 2009
Saya rasa, banyak literatur dan film yang mengangkat kisah Tiga Negara (Sam Kok). Diantaranya adalah film Red Cliff. Film ini digarap secara mengesankan oleh sutradara China legendaris John Woo.
Karena saya selalu terlambat dalam hal mengikuti perkembangan buku dan film (menunggu hadir di persewaan-persewaan), dan film ini telah lama berselang sehingga banyak yang telah mengulas, seperti biasa saya coba menceritakan kesan yang saya dapat dari film ini.
Film ini dibagi dalam 2 seri.
Seri pertama menceritakan usaha ekspansi Perdana Menteri Cao Cao yang menguasai wilayah Utara menuju wilayah Selatan. Menyadari kalah kuat, Liu Bei atas saran penasehat militernya, Zhuge Liang atau yang lebih dikenal dengan Koming / Komeng, mengusahakan persekutuan dengan Sun Quan.
Satu seri dihabiskan untuk usaha persekutuan Liu Bei dan Sun Quan diakhiri dengan saling berhadap-hadapan dengan Cao Cao di Karang Merah, membuat seri ini tidak banyak trik yang disajikan. Ini saya rasakan sebagai kisah drama biasa.
Barulah di seri kedua, cerita menjadi menarik.
Yang paling istimewa adalah saat Komeng dan Sun Quan saling mempertaruhkan kepala masing-masing. Komeng bertaruh bisa mendapatkan 100 ribu anak panah yang jadi tanggungjawabnya karena atasannya Liu Bei meninggalkan persekutuan (meski kemudian diketahui ini juga merupakan bagian dari taktik besar). Sedangkan Sun Quan bertaruh bisa mendapatkan kepala kedua Laksamana Cao Cao (lupa namanya :P ). Taruhan itu hanya diberi waktu 3 hari (Komeng yang memberi waktu bagi dirinya sendiri, 3 hari).
Seperti berjalan sendiri-sendiri, tapi secara brilian kudua ahli strategi ini menjalankan taruhannya masing-masing saling terkait trik Komeng dengan Sun Quan. Anak panah yang didapat adalah anak panah dari Cao Cao dan kepala kedua laksamana itu dipenggal oleh Cao Cao karna dituduh berkhianat.
Brilliant.
Peperangan akhir pun digelar dengan megah dalam film ini.
Seperti dialek sang Kaisar di film Hero yang dimainkan Jet Lee, saya suka dengan dialek Cao Cao yang diucapkan dengan intonasi seperti melagukan nyanyian.
Saya yang sudah lupa bagaimana cerita seri pertama, segera mengabaikannya begitu melihat Red Cliff seri kedua.



17 komentar:
Salah satu film epik peperangan yang saia kagumi. Terutama peran Zhuge Liang yang merupakan figur sentral di peperangan ini.
Oiya, ada Zhao Weiiii (heart_beat)
Klo blm nonton blm bs comment. Kalo film perang, daku suka The Last Samurai ^_^ sm satu lg yg daku lupa judulny. Yg pasti, keduanya 'based on true story', I like it so much.
blom nonton juga *gak begitu suka pelem perang2an* tapi lumayanlah, masup list nominasi persewaan. eh dah ada gak ya di toko2 dvd (bajakan)?? *dipentung* :D
jadi pengen lihat mas filmnya...hehehe btw baru yach nama web nya hehehe.... cah bagus hehehe
ehmm cari ah :D
salam,
sajake keren polll kih!
pasti mantab film, coba2 mau nonton
kyknya seru juga ya
nyari film ny ah..
saya malah lebih terlambat dalam soal info film, mas pradna, haks. jadi malu nih. jarang nonton sih soalnya, hehe ....
wah bagus juga resensesinya hehehe
sam kok...
dibalik cerita sam kok ada kandungan filosofi yg sangat bagus...
dakuh juga suka buanget ama pilm2 mandarin gini ^^
wah filmnya cukup menarik..
hehehe..
seneng fim perang tempo dulu..
saya suka sama film kolosan...jadi referensi nih filmnya
buset, nek pemberontakan tiga daerah wis ono fileme durung ya?
aku poaling sueneng nonto film china klasik...
Poskan Komentar