Senandung Cinta dari Rumah Kayu
Rabu, 11 November 2009
Dibukukan.
Sependapat dengan mrpsycho , membukukan tulisan-tulisannya bagi sebagian penulis adalah puncak dari keinginan tertinggi.
Bagaimana jika hasrat menggebu itu berhadapan dengan ketatnya prosedur penerbitan dari penerbit-penerbit mayor-label? Salah satu langkah ekstrim yang bisa dilakukan...oke, ekstrim sepertinya berlebihan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah self-publishing, menerbitkan sendiri buku impian. Meski untuk ini, jalan dan modal yang ditempuh lebih ber-onak tanpa sutra (bagaimana kabar penyanyi Ona Sutra,ya?). Tetapi jika keinginan sudah mengkristal, seluruh deru kesulitan hanya akan menjadi debu. Menerbitkan buku sendiri pun tak lagi jadi impian.
Anda lihat? 3 kali lagi saya baca buku seperti ini, Andrea Hirata pun bakal takluk membaca rangkaian kata saya...khukhu..
Karena inilah yang diwujudkan oleh Duo Macan, Dee dan Kuti . Menumpahkan apa yang ditulis di blog ke dalam buku pertama yang diterbitkan sendiri. Merintis Daunilalang Publishing, nama yang sama dari blog mereka yang satu lagi : Daunilalang . Dimulailah perjalanan sejengkal demi sehasta untuk menerbitkan buku "Senandung Cinta dari Rumah Kayu."
Janganlah bertanya kepada hamba, siapakah Dee dan Kuti ini? Bahkan, saya pun berharap banyak pertanyaan itu akan terjawab saat buku ini berada di tangan saya. Tampaknya di buku pertama ini, Dee dan Kuti masih bertindak misterius. Tidak banyak
yah...uhm...euh,mungkin penjelasan mengenai penulis untuk setiap buku bakal berbeda dengan apa yang saya deskripsikan diatas...uhm...
Menarik,
sembari proses penulisan postingan ini, saya melakukan kunjungan ke beberapa penulis resensi buku ini. MoU (dibaca Em O Yu, isn't?) menuliskan, bahwa Kuti dan Dee belum pernah bertemu di dunia nyata!
Luar biasa.
Bisa dibayangkan, belum pernah bertemu di dunia nyata, hanya dalam 11 bulan 10 hari (abaikan 10 hari-nya) Dee dan Kuti mengasuh blog Rumah Kayu bisa terlahir 1 buku. Bagaimana kalau dalam kesehariannya, mereka selalu bertemu. Berapa banyak
Fakta-fakta di atas perlu saya cantumkan. Karena saya, pembaca newbie Rumahkayu blogdetik, selalu perlu meyakinkan diri sendiri bahwa cerita yang termuat dalam buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu (
Ada beberapa sebab yang membuat saya berulang kali terkecoh, membaca SCRK sebagai diary kehidupan yang nyata :
=> Nama samaran penulis (Dee dan Kuti) adalah nama yang dijadikan tokoh utama dalam SCRK. Ini secara tidak langsung menimbulkan sugesti bahwa penulis dan tokoh cerita yang sama, menceritakan kehidupan mereka sehari-hari.
=> Diceritakan dalam format diary. Saya belum bisa menjelaskan bagaimana format tulisan diary dengan format tulisan novel. Tapi, jika Anda membaca Senandung Cinta dari Rumah Kayu akan terasa beda dibandingkan membaca novel. Silahkan saja Anda beli dan baca buku SCRK, dan rasakan bedanya... (fufufu...Dee dan Kuti, nomer rekening saya bakal segera saya kirimkan :-D )
=> Buku ini secara halus dan indah menceritakan berlimpahnya cinta keluarga Kuti, Dee dan si kecil Pradipta. Begitu indah perkawinan mereka yang baru 6 bulan (kalau sekarang dah 11 bulan, ya ;-) ). Begitu harmonis keluarga kecil mereka yang tinggal di Rumah Kayu. Sehingga, saya secara tidak sadar terseret dari kenyataan bahwa Dee dan Kuti sesungguhnya hanyalah sepasang sahabat dan mereka telah beranak-pinak dengan keluarga di dunia nyata masing-masing.
Meski begitu,
saya rela untuk sejenak terseret menuju lautan cinta yang terbentuk karena melimpahnya cinta yang keluar dari setiap kisah keluarga Rumah Kayu. Karena membaca buku SCRK, perlahan tapi pasti saya dibawa ke sebuah tempat imajinasi yang tenang. Lepas sebentar dari carut marut panggung opera sabun politik yang semakin licin, ataupun kekerasan dalam rumah tangga yang semakin vulgar.
Abaikan cover buku yang seperti buku teks panduan "Mari
Dari sekian banyak cerita dan tips asyik yang termuat dalam SCRK, ada dua tulisan yang menjadi favorit saya yaitu, "Komputer : Feminim atau Maskulin" dan "Bolehkah Aku Menghitung Pori-porimu?"...haha
Saran saya, biar semangat membaca buku ini : Mulailah dari BAB V KAMAR, kemudian baru menuju BAB I PINTU dan seterusnya hingga dibaca kembali BAB V KAMAR...
hoho...
(kepruk-korsi) saran yang menyesatkan!
--------------------------------------
Inilah adalah Seri Pertama ulasan saya dari buku Senandung Cinta Rumah Kayu.
Ikuti juga tulisan saya, dengan buku yang sama tapi sudut pandang yang berbeda di :
2. Pojok Pradna (Obrolan Sore 10 : Tamu Istimewa)
3. Pradna Jogloabang (Oprek Senandung Cinta dari Rumah Kayu)


14 komentar:
seperti komando, siyap siyap ke langkah kedua, dan siyap2 memasukkan buku ini ke daftar a-must-read-book of the month. seep...
boleh juga tu kang bukunya,...
gak nyangka suka buku yang lumayan "berat". saya sih masih seputar "paman gober" aja dech... hehehehe
pinjem ya besok :D
memang gak mudah nerbitin buku sendiri. biaya mahal
menunggu kisah selanjutnya tentang Senandung Cinta Rumah Besi (SCRB) (lol)
wah..kalau punya diberi mau aku...
penerbit2 besar memang selalu mempertimbangkan untung-rugi. self publishing salah satu alternatif utk mengatasi kebuntuan sulitnya menembus otoritas penerbit besar.
Ayo Mas Pradna juga dunk,,, (evil_grin)
Aku dengan senang hati menerimanya jika anda memberikannya pada saya..
Umm...
mau baca...!
hehehe
Nimbuzz for linux is available at http://www.melandrionline.com
check it out!!
senandung cinta dari rumah kayu wah dari judulnya aja udah mantab apalagi isinya jos tenan saya tunggu kisah selanjutnya
Benar-benar Jagoan menulis.
—tetapi……jangan lupa mas—-
Sebentar lagi Hari Ibu
Jika tak ada beras di gentong
Jika tak ada seteguk air di kendi
Jika tak ada lembaran rupiah dibawah kasur sang ibu
Mengapa tak mengirimkan masakan lezat
Untuk persembahan kepada Ibu atau isteri tercinta di hari Istimewa
Jika artikel masakan sudah jadi
Lalu bubuhi kalimat ” Masakan dengan sentuhan cinta ini saya persembahkan buat wanita yang teramat istimewa”
Persembahkan hasil masakan anda dan daftarkan dalam acara SupermanShow di
http://abdulcholik.com/kuliner/supermanshow-la-tetates-de-timbele
Jika itu anda lakukan dengan tulus
Sebuah atau tiga buah kecupan penuh kasih sayang akan di terima
Plus bisikan lembut ” I love you my Superman ”.
Salam hangat dari dapur BlogCamp
Pradna... siapa tau masih perlu bikin satu blog lagi, dan ingin bikin di blogdetik... he he he... ada Rumah Kayu Writing Contest di blogdetik :-)
http://rumahkayu.blogdetik.com/2010/01/08/rumah-kayu-writing-contest/
d.~
Poskan Komentar