Senin, 26 Oktober 2009

Perahu Kertas





gambar diambil dari sini


MALAIKAT JUGA TAHU
(Dewi Lestari)


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati


Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

 Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya


Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintakulah yang sejati


Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya


Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri


Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya



Buku dan lagu yang saling melengkapi dari Penulis yang sama, Dewi Lestari. Terlambat seperti biasa, saya akhirnya bisa membaca buku Perahu Kertas. Saya tidak akan menceritakan apa dan bagaimana buku ini. Tapi lebih ke "kesan" yang ditinggalkan dari buku dan lirik ini.



Mimpi dan Cinta Sejati

Dua hal yang jadi tema buku Perahu Kertas inimemang tidak pernah dikenalkan pada saya sejak kecil.
Mimpi, sesuatu yang baru saya alami 1 tahun ini ketika semuanya nyaris terlambat. Ini membuat  saya harus mengejar 10 tahun ketertinggalan saya.

Cinta...ck, ini yang sulit. Bahkan saya belum bisa merasakan apa dan bagaimana-nya.

Makanya, tak baca cerita-cinta yang saya baca.

Jadi,
begitu selesai membaca Perahu Kertas, gelombang perasaan melow untuk tetap mengejar impian dan mencintai seseorang, begitu menggebu.

Jarang saya mengalami perasaan seperti ini. Karena, dulu  waktu saya habiskan dengan kepatuhan dan rasa tidak nyaman. Sedangkan sekarang, saya sedang menyibukkan diri dengan belajar dan kerja keras adalah energi kita :-D

Pada pertengahan membaca novel ini, saya sempat bergumam : "hmm...ternyata ndak bisa ya. Kudu realistis dulu, baru mengejar impian belakangan."
Karena Kugy sang tokoh wanita ajaib berkata dalam beberapa dialognya.
Tapi akhirnya, mengejar mimpi bukan lah utopia. Dengan harapan yang menjadi obsesi, karakter-karakter di sini menemukan jalan untuk muwujudkan impian-impian mereka.
Ini kembali membuat saya semangat mengejar mimpi kembali, melakukan apa yang saya suka...jadi ingat, Paman Gober-pun demikian ;-)

Hal semacam ini berarti bagi saya. Saya yang keluar dari zona nyaman dan mapan, sering kali bertanya : "Apakah benar jalan yang saya pilih ini. Bolehkah saya setelah menghabiskan separo umur saya untuk melakukan apa yang tidak saya suka, kini punya keinginan menghabiskan umur saya dengan melakukan apa yang saya suka...meski harus jadi jelata?"

"Tanpa penyesalan!"
Jadi sedikit mengerti perasaan dari teriakan para samurai saat menyongsong maut di medan laga tersebut.

Kemudian, cinta sejati
nah ini...
kalau di buku sih enak, ditekuk-tekuk bagaimanapun tokoh utama bisa happy-ending juga dengan cinta sejatinya. Ini juga terjadi di cerita Ketika Cinta Bertasbih.

Lha kalo yang tejadi di saya...
walah,
satu-satunya wanita yang saya cintai dengan tulus,
wanita yang saya rela melakukan apapun untuknya,
wanita yang menjadi pusat alam raya, karena semua perhatian saya tertuju untuknya (kalo ini quote dari Gege Mengejar Cinta- Aditya Mulya)...
sekarang dah nikah dan beranak-pinak, piye jal  :-D (rofl)

hmm...kalo urusan cinta, mungkin paling tepat di liriknya Malaikat Juga Tahu tersebut di atas. :-)

7 komentar:

  1. cinta sejatiku..

    mengejar miyabi... buwakaka

    BalasHapus
  2. wah malaikat cintane lagi ngejar2 wong wadoh boboke

    BalasHapus
  3. beranak pinak? hihihh... kasih tak sampai duonkk...

    ah tapi itukan sampai saat ini mas. Sometimes insya Allah dikau akan menemukan the real true story, yang menyimpan tulang rusukmu, yg insya Allah akan menemanimu hingga di Syurga-Nya. Amiin...

    :ajaibbenerkatakatakukalopagi: hwehehe

    bdw, sayah kangen buku itu, khukhukhu... ketinggalan di kampoeng sono :(

    BalasHapus
  4. Cinta...ck, ini yang sulit. Bahkan saya belum bisa merasakan apa dan bagaimana-nya.

    Hahaha datanglah ke Surabaya atau Jakarta.. Banyak yang menantimu di sana *loh* :P

    BalasHapus
  5. @ Kang Suryaden : (doh)

    @Kang Rudis : ho-oh

    @Illa : amiin... (worship)

    @Dhodie : hah? masak sih? *berdebar-debar* :P

    BalasHapus
  6. Waah bikin posting tentang Perahu Kertas jugaaa.... :D

    BalasHapus

silahkan,silahkan dicorat-coret