The Life and Times of Scrooge McDuck

Kamis, 15 Oktober 2009





Beberapa waktu sibuk berbenah 2 rumah di Pojok Pradna dan Pradna Jogloabang, membuat saya tanggal 2 Agustus 2009 baru tau dari iklan tabloid "Sedap" bahwa sudah beredar Kisah Hidup Paman Gober seri ketiga.

Wek! Segera saja, saya melabrak Gramedia buat mengangkut 3 seri Kisah Hidup Paman Gober yang telah terbit :D

Lama sebelum ini terbit, sepotong-sepotong saya ikuti kisah hidup Paman Gober (Uncle Scoorge McDuck) di majalah Donal Bebek. Di samping jalinan ceritanya yang inspiratif, saya tertarik dengan detil-detil lucu yang digambarkan oleh pelukis yang kemudian jadi pelukis favorit saya dari Walt Disney, Don Rosa.


Don Rosa sering menggambarkan ilustrasi-ilustrasi dalam kotak komiknya. Misalnya, tikus yang marah-marah saat sarangnya terganggu oleh tokoh utama komik. Atau sepatu kulit sang kapten yang tidak sadar sudah dilahap penduduk Klondike yang sedang kelaparan. Detil-detil tambahan seperti ini membuat ketika karya-karya Don Rosa dibaca kembali, tak jarang menemukan detil baru yang terlewat saat dibaca pertama kali.

Hebatnya lagi, detil ini berhasil dipertahankan Don Rosa dalam keseluruhan cerita. Contohnya tadi, saat sang Kapten sudah tidak mengenakan sepatu karena sudah habis dilahap penduduk Klondike yang kelaparan. Di panel berikutnya saat sang Kapten berkuda mengejar Gober, tetap saja digambarkan duduk diatas kuda tanpa sepatu boot-nya.

Itu sedikit yang menyenangkan dari karya Don Rosa. Setelah sekian lama tidak berhubungan lagi dengan majalah Donal Bebek, dan belum tuntasnya saya membaca seluruh cerita kehidupan Paman Gober. Beruntung, Kompas-Gramedia menerbitkan ulang kisah hidup Paman Gober ini dalam 7 seri edisi khusus. Ditambah bonus box tempat seluruh koleksi ini di seri ke 4.

Mulai seri pertama yang terbit 1 Juli 2009, akhirnya edisi khusus ini berakhir di seri 7 yang terbit 30 September 2009.




Cerita ini dimulai dari Gober kecil yang mendapat keping pertamanya (dia sendiri ndak suka dibilang keping keberuntungan, seperti yang masyarakat terlanjur omongkan selama ini). Kemudian, separuh hidupnya (atau separuh dari keseluruhan seri ini) dihabiskan untuk mengelilingi dunia mencari kekayaan.

Perlu waktu 20 tahun jujur dan kerja keras bagi Gober muda untuk mendapatkan awal kesuksesannya, emas sebesar telur angsa di Klondike. Setelah itu hidupnya berubah total. Dari anak miskin penyemir sepatu menjadi bebek terkaya di dunia. Gober pun memboyong 2 adik wanitanya ke Amerika. Menuju kota kecil yang baru jadi, Kota Bebek. Gober mulai membangun benteng kerajaannya di sini, yang akhirnya mengubah kota bebek menjadi kota metropolitan.



Di kota baru inilah tokoh-tokoh yang sudah dikenal dengan baik, bertemu atau dilahirkan. Donal Bebek, yang merupakan keponakan Gober langsung (anak dari Hortensia, adik Gober). Untung Angsa, Kwik, Kwak, Kwek, Nenek Bebek, Gerombolan Siberat dan yang lain.

Hanya saja, Gober diawal-awal membangun kerajaan bisnisnya ini, sempat tergoda untuk berlaku tidak jujur. Ketamakan menguasainya, yang menyebabkan dia harus kehilangan sisa keluarganya. Matilda dan Hortensia, yang merupakan adik-adiknya dari keturunan terakhir klan MacDuck.

Di tengah kesendiriannya di masa tuanya, Gober memanggil keponakan dekatnya. Donal Bebek. Pertemuan dengan Donal yang disertai Kwik, Kwak, dan Kwek akhirnya berujung pada kembalinya Gober seperti dulu kala. Gober yang hanya tertarik pada petualangan, bukan Gober Bebek yang tamak dan serakah.

Demikianlah, Gober kembali menjadi anggota klan MacDuck terakhir yang bisa dibanggakan...pelit, tapi jujur.



Dengan segala absurditas komik, secara keseluruhan cerita ini berusaha menceritakan kerja-keras dan kejujuran. Meski harus gagal selama 20 tahun, selama masih ada impian dan kemauan, keberhasilan bisa saja diperoleh.

Kisah Hidup Paman Gober juga menceritakan, betapa kekayaan bisa mengubah watak seseorang. Di puncak kekayaan, seseorang bisa merasa sangat kesepian karena yang ada orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan dari kekayaan yang dimilikinya. Keluarga adalah salah satu obat pembunuh kesepian itu.

Demikianlah.

4 komentar:

iLLa (gak pake satunya) 17 Oktober 2009 20.36  

waa... sy baru tau kalo ada buku ini. Berminat, tapi... ehm, harganya brapaan mas? harga 7 buku ituh maksutnyah, kan ga seru kalo bacanya sepotong2.
Saya cuman tau kalo paman gober itu pelit nian, trus ya itu, yg saia bilang di japri barusan, qiqiqi...Kapan yah trakhir sy baca majalah itu? Keknya waktu SMP deh, taon 99
What? ntu dah 10 taon yg lalu (doh)

:lha koq malah curcol panjang kali lebar gini:

genthokelir 22 Oktober 2009 07.53  

wah sesegera mungkin golek bukunya hehehe saya akui aku seneng karena bener bener terhibur tanpa menyita banyak pikiran langsung ketawa wajakakaka

Brahm 30 Oktober 2009 16.57  

Wah, Don Rosa jg favoritku tuh. Salah satu kisah favoritku Three Caballeros. Hm, koleksimu kelihatannya lengkap ya, Prad. Ada silsilah dan Kota Bebek tampak atas lagi (dari Google Earth kali ya). Ini kan jaman social networking dan sharing. Jd, pinjem semuanya dong!

gadgetboi 12 November 2009 07.25  

wah ada sejarahnya toh paman gober (engga tau...) pengen beli euy....

Poskan Komentar

silahkan,silahkan dicorat-coret

Kategori

About This Blog

Blog buat cerita saya

  © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP