Selasa, 22 November 2011

Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan



Postingan ini ditulis untuk memenuhi permintaan Sang Peminjam buku Muhammad (saw), Lelaki Penggenggam Hujan :)

Seperti biasa, di sini saya tidak menuliskan jalan cerita dari Novel Biografi Sang Nabi yang memang sudah banyak dituliskan ulasannya.

Apa yang saya tuliskan adalah kesan atau sesuatu yang didapat dari membaca buku karya Tasaro GK ini.

Hanya saja rentang waktu dari selesai menyelesaikan novel setebal (hampir) 600 halaman dengan waktu penulisan postingan ini, cukup lama jaraknya. Karena kevakuman saya dalam menulis.

Jadi, sebisa mungkin saya hadirkan kembali perasaan yang muncul setelah membaca buku Muhammad (saw), Lelaki Penggenggam Hujan terbitan Bentang Pustaka ini.

Maafkan jika nanti dalam penulisan banyak melenceng dari harapan. Itu karena hamba kurang berlatih (worship)

Kamis, 09 Juni 2011

Acer Iconia Tab A500 Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah




Seoconia - Acer Iconia SEO Contest


Acer ikut meramaikan pasar tablet Indonesia dengan meluncurkan Acer Iconia Tab A500. Produk tablet pertama Acer yang pertama pula menerapkan sistem operasi Android 3.0 (Honeycomb) di Indonesia.

Berlayar sentuh 10.1 inch dengan accelerometer, pengguna dapat memilih orientasi layar apakah memanjang atau melebar saat membaca atau berselancar di web. Memiliki resolusi WXGA 1280 x 800, layar kapasitif Iconia dibuat menggunakan bahan anti gores.

Acer Iconia yang memiliki tagline : "Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah", dipersenjatai dengan Nvidia Tegra 250 Dual-cortex A9 berkecepatan 1GHz, RAM 1GB, dan chip grafis GeForce. Dilengkapi juga dengan port HDMI dan teknologi Dolby Mobile dan stereo speaker.

Kamis, 19 Mei 2011

Monolog "Kucing" Butet Kartaredjasa




Raja Monolog, tidak perlu diragukan lagi, itulah kutukan yang memang pantas disandang Butet Kartaredjasa.

Itulah kesan kuat yang saya dapatkan ketika usai menonton monolog berjudul "Kucing" karya Putu Wijaya yang dilakonkan Butet di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, tanggal 18 Mei 2011.

Sebelumnya, beberapa tahun silam, dua kali saya menyaksikan penampilan Butet di kota ini. Keduanya lupa apa judulnya :p . Tapi mengikuti akun twitter-nya @masbutet, kuartal tahun ini budayawan ini sedang tour pentas monolog "Kucing" di berbagai kota (tak lagi di kota2 besar). Kemudian sempat saya mengungkapkan rasa iri saya ke Master Publisher Banyumas, "Pentas juga Purwokerto ga ya? Dah lama banget ga pentas di sini,je"

Minggu, 20 Maret 2011

One Piece , sebuah review singkat





Setelah era Dragon Ball,
masuk ke era One Piece karya Eiichiro Oda.

Kepopuleran manga (komik Jepang, dibaca : mang-ga) One Piece memecahkan rekor penjualan 100 juta eksemplar di Jepang. Dan rekor penjualan manga One Piece volume 25 sebanyak 2.630.000 unit di cetakan pertama. Tak heran jika Penerbit Shonen Jump memproduksi 3 juta unit untuk volume 57 (untuk penggemar One Piece, tentu paham kenapa volume 57 dicetak sebanyak itu di cetakan pertama, dan akan habis dalam waktu singkat...cerita volume 57 sangat menggetarkan :-) ). Sebagai perbandingan, Harry Potter and the Order of the Phoenix, mencatatkan 2,9 juta cetakan pertama.

Belum lagi terjemahannya di berbagai negara. Termasuk di Eropa dan Amerika. Untuk Indonesia sendiri, tersedia bendel-bendel One Piece. Setiap bendelnya terdiri dari 10 volume. Dan tak lama kemudian bendel-bendel itu sudah semakin jarang ditemui di toko-toko buku. Tentu saja karena dibeli oleh para penggemarnya.

Senin, 07 Februari 2011

Kumpulan Cerpen Remaja "Tunas" di Balik Layar











Karena jatah sinopsis sudah diambil di Pojok Pradna, di sini saya mau sedikit bercerita apa yang terjadi di balik layar proses pembuatan kumpulan cerita ini ^_^

Seperti yang telah sedikit disentil di sana, beberapa waktu yang lalu saya larut dalam kisah-kisah bernuansa kelabu-kelam. Menurut seorang teman cerita-cerita itu membuat dirinya terbawa suasana kelabu yang disajikan.

Padahal awalnya, bukan itu genre yang saya pilih ketika mulai menulis. Saya cuma ingin membuktikan diri sebagai penulis multitalenta yang bisa menulis genre apa saja.

Jadilah saya mencoba kembali ke tulisan yang ringan, cerah, menyenangkan tapi dengan akhir yang tidak terduga.

Saya mulai jelaskan dari bagaimana saya biasa membuat sebuah cerita.

Rabu, 13 Oktober 2010

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia


Logo Toyota SEO Award 2010

Sebuah keniscayaan, apa yang ada di benak sebuah keluarga ketika beranjak mapan, adalah keinginan mendapatkan kendaraan keluarga yang ideal.

Ideal di sini, sedikit banyak dapat berarti, secara ekonomis dapat mengangkut seluruh keluarga yang ada di rumah dengan aman dan nyaman.

Begitulah, karena ini adalah Indonesia.

Kondisi negara ini yang unik, membuat tidak setiap anggota keluarga bisa mendapatkan mobil pribadi. Jadi, dicari mobil yang dapat mengangkut seluruh anggota keluarga.

Selain itu, membeli mobil adalah investasi. Bagaimana dengan harga jualnya lagi?
Pertanyaan ini sering kali terlontar ketika seseorang akan membeli mobil. Maka, biasanya dengan investasi sedikit lebih mahal, mobil dengan harga jual kembali yang tinggi akan dipilih.

Berikutnya, adalah soal keamanan dan kenyamanan. Hal ini biasanya berdasarkan pengalaman pribadi calon pembeli dan juga berdasar referensi dari mobil-mobil keluarga yang banyak beredar di pasaran.

Sedikit dari banyak hal yang bisa dipertimbangkan itulah, biasanya seseorang akan memilih Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia.

Tulisan ini diikutkan untuk kontes Toyota SEO Award.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Masashi Ueda

Susah juga menuliskan manga-ka luar biasa ini. Begitu banyak hal berloncatan di salam pikiran yang berebut hendak aku tuliskan.

Herannya, begitu sedikit tulisan tentang di di tembolok Google, selain jualan karya komiknya. Wikipedia pun tidak menulis banyak.

Jadi, berikutnya adalah tulisan berdasarkan pendapat saya pribadi.


Disajikan dalam bentuk manga 4 coma yaitu manga strip yang tiap ceritanya hanya berupa empat buah panel. Satu halaman berisi 1 atau 2 sub judul.

Setiap judul ini semuanya menceritakan kehidupan sehari-hari di Jepang dengan sudut pandang yang berbeda.

Menunjukkan kepada masyarakat Jepang yang mungkin terlalu kaku, bahwa seperti inilah yang terjadi kalau sesuatu dikerjakan dengan cara berbeda.

Atau,
menyentil masyarakat sana, kalau kekonyolan yang terjadi di komik ini bisa saja biasa dialami, hanya karena gengsi memang sulit untuk mengakuinya.

Sangat menghibur....yah, setidaknya membuat saya terpingkal-pingkal selama membacanya.

Menariknya,
meski tokoh-tokoh utama dari manga Masashi Ueda selalu bertingkah konyol. Tapi, selalu berubah serius dan prihatin jika bercerita soal bencana yang menimpa orang atau negara lain.

Ya,
Masashi Ueda selalu menekankan pentingnya rasa empati kepada orang lain. Terlihat jelas ketika Kobo-chan menerima pelajaran ini, ataupun Otoboke mendidik anak-anaknya rasa empati ini.

Coba sedikit saya ulas satu-per satu :

1. Kobo-chan